Tarjo


Tarjo, kakek tua itu mengayuh sepeda yang sama reyotnya dengan dirinya. Hari ini dia berjanji pada dirinya dan arwah mendiang anaknya unutuk ziarah ke makam itu, makam tempat anak dan istrinya di semayamkan. Cukup jauh perjalanan ia tempuh, apalagi dengan kondisinya yang semakin hari semakin memburuk, penyakit-penyakit di usia tua sudah mulai menggrogoti tubuhnya, bahkan hari ini dia berdoa untuk secepatnya berumpul dengan istri dan anaknya. Pasrah sudah tarjo akan hidup, tak banyak yang bisa ia lakukan untuk memperbaiki keadaan ekonominya, bahkan untuk mencari pendamping di usia tua pun selalu diurungkannya.  Anak dan istrinya meninggal 30 tahun lalu, waktu itu keadaan ekonomi mereka juga masih memprihatinkan, bahkan si kecil sampai harus tertahan lama di rumah sakit karena tak ada biaya tuk pulang, hhh.. malang betul nasib anak itu punya bapak sekere tarjo, selalu kalimat itu yang terlintas dalam pikirannya, jika mengingat kejadian-kejadian buruk yang menimpa keluarganya, terlebih si kecil.

Tarjo begitu menyayangi keluarganya, tapi belum sempat ia mencurahkan rasa itu, istri dan anaknya terburu meninggalkan dunia karena sakit. rupanya memang benar bahwa hubungan batin antara ibu dan anak itu benar ada, sampai tak sampai setahun setelah anak Tarjo dipanggil, istri Tarjo menyusul karena depresi. Berat bagi kakek tua itu  kalau mau melupakan mereka ia berpikir unutk mencuci otak terlebih dahulu unutk bisa mengubur dalam-dalam kenangan itu semua. kenangan itu bagaikan sel kanker, mengrogoti seluruh tubuh dan terus menerus menyerang hati dan pikirannya, kenangan akan rasa sayang yang tak tercurahkan.

sesal selalu hadir, karena Tarjo tak pernah punya cukup waktu dan uang untuk keluarganya. Hari ini saat ia berdiri di depan makam itu, ia sudah tak sanggup lagi meneteskan air mata. hatinya sakit, beribu kata sayang terucap dari bibirnya, begitu pula kata maaf yang mengiringi. Andai waktu bisa diulang, paling tidak Tarjo ingin memberikan waktunya untuk keluarga, tapi ia tau.. hari ini ia sadar ada hal-hal yang memang takkan bisa di lupakan dan takkan bisa diulang lagi. harapannya hanya 1, di usia nya yang sudah renta itu, ia bisa tetap bertahan dengan kenangan istri dan anaknya, mendekap kenangan dalam tiap tidur malamnya dan larut dalam rasa behagia bersama kenangan itu.

Tarjo, bergumam:

ada yang takkan terganti,

ada yang takkan pernah hilang,

biarkan bertahan didasar hati ini,

meski itu bukan jawaban dari masalh yang terjadi

meski salah terlarut dalam kenangan,

karena hanya itu yang tersisa,

sayang sebagian orang berpikir ini hal bodoh,

buat saia, bertahan bersama kenangan dan rasa sayang ini, membantu saia menjawab semua rasa bersalah.

Terimakasih, istri dan anak q untuk terus ada dihati, meski tak bisa q dapati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s