13 september 2010 “when we need someone, but there’s no one there”


setelah 5 hari tidak berada di kos alias liburan, akhirnya kaki ku menginjakkan kaki di kos tercinta. Dengan kondisi sedang tidak enak karena harus mengeluarkan cairan melalui hidung, sebut saja itu pilek =) dan kondisi psikis yang sedang dalam keadaan tidak sehat, karena hati ini sedang panas-panasnya (efek 4 hari yang lalu, ta perlu diceritakan). Berada di kos tanpa teman2 yang biasanya ada di kamar sebelah, yang bisa dijadikan teman main menjadikan suasana sedikit membosankan dan sepi.

ya.. sepi, ini yang dinamakan sendirian sebenarnya. sendirian itu menurutku bukan pada saat qt berada dalam ruangan dimana tidak ada orang lain selain “aq”, qmu atau anda. Melainkan keadaan dimana saat kita memerlukan seseorang untuk bersandar, menemani, mendengarkan, tetapi mereka tidak ada. Aq enyukai berada sendiri didalam kamar atau joging sendiri di pagi buta, tapi aq tak menyukai merasa sendiri saat aq memerlukan orang lain untuk berbagi.

ini yang q sebut “sendiri” when we need someone, but there’s no one there”

kalau sudah dihadapkan pada kondisi seperti ini, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menulis. Menceritakan sesutu melalui tulisan memang menyenangkan, ada hal-hal yang kadang terlupa untuk dituliskan, tapi ini yang menjadikan tulisan menarik; saat kita membaca ulang, pikiran akan mencoba mengingat saat itu dan masuk dalam lamunan masa lalu ketika sebuah cerita atau tulisan di buat. ya… menulis mengusir sepi dan rasa sendiri. =)

hal lain yang sering q coba lakukan adalah menonton film yang biasanya bisa bikin terharu bahkan dalam keadaan senang sekalipun. Saat kita menangis, ketika nonton tu film, kemungkinan bukan hanya karena alur ceritanya, tapi karena apa yang sedang kita rasakan hari itu. it’s really help… apalagi saat ingin menangis karena kesal atau kecewa, tapi sadar kita tak berhak kecewa. Cara ini membantu q menjawab pertanyaan yg diajukan oleh akal sehat q sendiri “kenapa harus menangis untuk kehilangan hal-hal yang bukan hak kita?, maka jawabannya adalah: aq menangis karena film ini. =) Dengan cara ini, sedikit banyak kesal dan kecewa berhasil diluapkan meski alhasil mata bengkak dan hidung meler. Ini cara terhebat, buat q mengatasi sepi karena kecewa.

pernah coba, Berteriak keras… ini juga membantu, hanya saja, saat anda hidup dikos dengan penghuni yang jaraknya tidak jauh dari kamar anda, atau berada di perumahan dimana jarak rumahnya dekat seperti di kota, maka cara ini tidak dianjurkan, karena akan sangat menggangu. Aq pernah mencobanya, tapi dengan cara berbeda. Hari itu pikiran q sedang kesal karena penyakit iri berat (jgn ditanya karena apa, krn sampai detik ini aq masih iri berat =p), saat sedang mncuci, munculah korban pelampiasan q, sebut saja itu X, jadi si X tidak sengaja menjatuhkan barang q dan saat itu emosi q terluapkan dengan teriakan super sadis yang membuat q lega, tapi membuat X shock =p.  jangan ditiru, hal ini bisa menyebabkan pertikaian lain, jika ingin dilakukan, lakukan lah di tempat terbuka, yang tidak ada orang dan anda bisa berteriak, tanpa takut ditimpuk orang lain.

Banyak hal, yang bisa dilakukan, bisa bernyanyi atau memainkan alat musik yang anda suka. Kalau lagi dirumah, seringkali, q ambil gitar di kamar abang, mmainkan lagu sedih dengan kemampuan pas-pasan, semua dilakukan untuk memperbaiki suasana hati. Tapi cara ini kulakukan saat sedang tidak ada orang dirumah, karena akan sangat terlihat kita sedang sedih, apalgi dijamin semua lagu yang kau mainkan adalah lagu-lagu patah hati atau sedih, dampaknya adalah orang rumah akan bertanya: lagi patah hati ya? dan mati-matian dipaksa cerita. (_ _)” #padahalbelumtentukarenaitu.

Intinya, saat sedang mengalami rasa sedih, “sendiri” saat dimana qt memerlukan seseorang untuk berbagai tapi tak ada orang disana (bukan  karena tidak ada yg peduli, aq yakin ada yg peduli, hanya kita yang memutuskan untuk menyimpannya dalam hati, karena tak semua hal harus diceritakan dan aq percaya waktu bisa jadi pengobat luka hati terampuh, yang bisa kita lakukan adalah belajar Ikhlas dan tetap terlihat tenang  n_n) maka yang perlu kita lakukan adalah mencoba hal-hal lain untuk dilakukan, untuk meluapkan emosi dan rasa sendiri, cara-cara yang kita suka dan tetap positif.

“Bukan  karena tidak ada yg peduli, aq yakin ada yg peduli, hanya kita yang memutuskan untuk menyimpannya dalam hati, karena tak semua hal harus diceritakan dan aq percaya waktu bisa jadi pengobat luka hati terampuh, yang bisa kita lakukan adalah belajar Ikhlas dan tetap terlihat tenang”

theresiadanceritaseuahpena

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s