15 september 2010 “jauhkan peduli”


ehm.. sambil bersiap meminum segelas susu hangat malam hari ini, berpikir q tentang banyak hal, mulai dari PF yang bentar lagi hadir sampai persiapan q semester ini. Tapu hal-hal semacam ini, cukup membuatq berpikir setiap hari, hingga kadang mau menuliskan strees nya sudah sangat membosankan T.T. Ada hal lain, tentang rasa “peduli” yang terlintas dalam pikiran q.  Sadar kah kita bahwa, mencoba tidak peduli terhadap sesuatu yg biasanya kita selalu perhatikan itu sulit. Ini seperti merubah kebiasaan, dari yang biasanya menggunakan tangan kanan jadi tangan kiri. Diawali dengan kikuk, rasa tidak nyaman dan perlu waktu, entah karena apa jadi harus mengubah kebiasaan, atau berusaha tidak peduli.

mari berikan contoh lain =). umm.. seandainya, kita mencoba melupakan seseorang maka yang biasa qt lakukan adalah, menjauhinya atau tidak memperdulikannya. Apa yang kita dapatkan dari sikap seperti ini, tidak lain tidak bukan adalah, siksaan terhadap kita sendiri. Kenapa? karena yang terjadi adalah kita semakin memikirkan dan peduli. Semua bentuk ketidakpedulian hanya terjadi didepan mata banyak orang dan behind the scenenya… taraaa… khawatir dan pnasaran yang berlebihan yang muncul. Kalau sudah begini bukannya lupa malah semakin inget =p. jika sedang berada dalam kondisi seperti ini, maka yang perlu kita lakukan adalah bersikap sewajar mungkin, semua nya dilakukan bertahap, jangan pernah melakukan perubahan langsung, karena hati dan pikiran kita yang perlu dibiasakan, perlu waktu =)

Apapun alasan, sebenarnya menjauhi seseorang itu salah, berdamai dengan apa yang ada dihati jauh lebih indah daripada membuang jauh2 ingatan akan teman, sahabat atau musuh sekalipun. Biasanya yang kayak gini terjadi karena emosi sesaat, dan diakhiri dengan penyesalan. Tetapi dalam kondisi tertentu yang memang memerlukan penghapus ajaib terhadap seseorang, Bersikap Tidak peduli kadang dibenarkan oleh hati nurani, bnayak alasan; mulai dari merasa hanya itu cara terbaik untuk memberi pelajaran sampai sudah bosan dengan kondisi tidak menyenangkan yang terjadi. Yaaaa,,, kalau sudah begini, mari lakukan dengan lembut, bukan agar tidak ada yang terluka, tapi agar hati kita siap untuk mengosongkan ruangannya. =)

jangan terlalu memfokuskan diri untuk membenci seseorang, karena ketika org yang kita benci telah tiada, sbagian dari kita telah hilang, dan hadirlah perasaan kosong

theresiadanceritasebuahpena

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s