mercy p.1


Mercy untuk terimakasih …

mercy untuk label mahal pada roda empat…

mercy tuk aq,

aq jatuh cinta, pada sentuhan pertama.

ada yang lain setiap kali tangan itu menyentuh pundakq,

ada yang lain saat suara itu memanggil nama q,

bau parfumnya terasa segar, mmm,, bukan, sepertinya itu bau sabun yang ia gunakan.

merasakan nya, mendengarnya, memcium aroma nya,

membuat q membayangkan sosok seperti apa yang ada dihadapan q saat ini.

mercy …

pagi ini aku bangun terlalu dini, tetap saja tak bisa melihat mentari bersinar,

ah.. mentari akan sama saja, terakhir aq melihatnya agak sedikit memerah, senja kata orang..

ah…mentari akan sama saja, terakhir aq melihatnya hampir tenggelam…

sesaat seperti tenggelamnya penglihatan q oleh gelap.

aq merangkul gelap, dan hidup dalamnya selama tahun-tahun terakhir. hasrat q tuk melihat mentari tak lebih besar dari keinginan q tuk membeli kacamata hitam baru.

aq merasakan segala hal untuk bertahan, mendengar seksama untuk mengerti ..

mercy… suara itu memanggilku, nadanya bergetar, kesedihan ada di sana.

aq harus pergi, dan kau akan tetap tinggal

permohonan beasiswa itu d terima mercy…

1 minggu lagi, Prancis….

mercy…

q hadiahkan 1 simpul senyum untuk nya dan berlalu…

1 tahun terakhir, Adelard nama itu mengisi gelap q. Pria dengan aroma sabun, pria dengan sentuhan hangat. pria dengan suara berat dan jika ia bersenandung, aq bersedia menyediakan telinga q 1 hari 1 malam tuk mendengarkanya.

to be continue…

lanjut nulis laporan =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s