mercy 2


selang pergantian detik,, khayal q semakin dalam. Larut dalam kenangan dan harapan yang berserakan di pikiran ku. Tentang Adelard, satu-satunya pria yang membuatku merasa bisa melihat indah dunia melalui getar suaranya, aroma tubuhnya dan suasana yang ia buat setiap kali bersama diriq. Sudah hampir 3 bulan tiada kabar darinya, gundah sudah jadi bagian dari detik.

Prancis dan Adelard…  Aq tau gadis buta sperti qtakkan mungkin membuatnya bertahan di kota kecil ini. Kota yang takkan bisa membuat mimpinya terwujud, seperti aq, yang takkan bisa membantunya mewujudkan mimpi. ahh.. kenangan akan sentuhan hangat tangannya saat membimbing q menyebrang jalan tuk membeli ice horn arbei, jitakan kecil darinya setiap kali aq lupa membawa tongkat penuntun q, padahal bagiku selama ada adelard, aq tak perlu tongkat itu, dan senandung merdunya yang membuat q lupa waktu.

Prancis membuat Adelard bergairah, dan itu terlihat dari getar suaranya yang berubah setiap kali berbicara tentang negara pujaannya. Menara Eiffel, Arch de Triomphe, Champ Elysee, Place de la Concorde, Musee Du Louvre, begitu banyak tempat yang ia ceritakan yg ingin ia lihat langsung. Adelard, lukisan adalah hidupnya, warna adalah nyawanya. Ia berjanji akan membawakan keindahan Prancis untuk q, gadis buta yang jelas2 tak bisa melihat. Aq hanya bisa menganguk, bersama rasa perih yang ia tinggalkan di sini.

dititik ini, menanti angin bawa langkah mu kembali.

memeluk gelap, merengkuh harap bersama rindu

menyapa mentari, memeluk terik, bercengkrama senja hingga berslimut malam, ttp di titik ini.

berharap waktu tak bertepi agar tak kurang kesempatan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s