Adel-Delia “2sisi”


dan begitulah manusia, takkan pernah puas dengan apa yang mereka miliki, bahkan sahabat  pun tidak.

Adel

delia, begitu orang tuanya memberi nama sahabat q ini. Hidupnya yang penuh keinginan dan ambisi, terkadang menjadikannya posesif dengan semua yang ada disekitarnya, menurutnya semua orang harus mengikuti caranya memandang kehidupan dan caranya bersikap. Hal inilah yang menjadikan hubungan q dan dia memburuk.

Adel nama q, entah apa yang q rasakan sekarang, marah, kesal dan benci tapi ada sedikit rasa bersalah disana. Setiap kali harus melihat Delia menjauh dan memberikan tatapan yang tidak seperti biasanya pada q, aq berpikir bagian mana dari sikap dan kata-kata q yang membuatnya begini. Terakhir kami baik-baik saja, makan siang bersama, tertawa lepas di salah satu depot kesayangan kami, tetapi sudah 2 hari ini sikapnya berubah menjadi sangat menyebalkan. Awalnya aq memaklumi, mungkin karena kesibukannya yang luar biasa itu menjadikan moodnya berubah drastis seperti sekarang. Tapi ada yang berbeda, sangat berbeda dan aq bosan menghadapi sikapnya. Hari ini sikapnya tidak berubah menjadi lebih baik, menyebalkan.. memangnya hanya dia orang yang bisa aq ajak bicara!

aq bosan dengan sikapnya yang sok tau, sok mengerti, sok bisa dan sok sibuk. Ajakan q tidak pernah di terima, sedikit saja ada masalah, dia selalu ingin di mengerti, tapi ketika aq yang punya masalah dia membuat q merasa terpojok dengan rasa bersalah. Hari ini aq putuskan untuk menjauh, entah untuk sejenak atau…. =(

 

delia

adel, begitu aq suka memanggilnya, sahabatq yang entah pikirannya sedang kemana. Entah hidup seperti apa yang selama ini dia, yang q tau kami bersahabt. Aq mengerti tidak akan pernah punya hak untuk merubah siapapun dan tak pernah terlintas untuk merubah siapun, termasuk delia. 2 hari terakhir, aq memang menjauh, ini karena  aq tidak bisa berpura-pura tidak terjadi apa-apa di antara kami dan ini karena aq tidak bisa berhenti mencampuradukan masalah. Apalagi saat sudah berkali-kali aq merasa tidak dimengerti . Dia sahabat terdekat q, tapi tak satukalipun dia mengerti dengan kesibukan yang aq miliki, aq punya harapan besar padanya untuk menggantikan q sejenak di kelas tapi bodohnya aq, aq salah berharap besar =(. Diam itu jawabanq untuk semua, entah mungkin terlalu lama aq berdiam diri sehingga adel juga menjauh.

Ada hal-hal yang tidak bisa kita anggap sepele, bahkan ketika hal itu terlihat sederhana. Persahabatan itu jauh lebih penting dari sekedar nilai, tugas dan laporan. Tapi sahabat yang baik, takkan membiarkan sahabatnya berada menyia-nyiakan banyak hal, meski keputusan memilih ada di tangan pribadi kita masing-masing. =)

Adel, entah apa yang ada dalam pikirannya sekarang.. yang pasti mungkin aq akan tetap begini. maaf.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s