letters to god p.2 “Mapres MIPA =_=” percaya g percaya”


dear God…

sudah 1 minggu aq coba menyangkal keberuntungan q di Mapres.. fiuh..  senin dan selasa minggu lalu adalah hari dimana aq dan teman2 q berkompetisi di ajang seleksi Mapres dengan sgala kelebihan dan kekurangan yang kami punya. Diantara teman2 q, aq adalah orang yang paling bersemangat di awal mngikutinya, kenapa?? karena aq ingin bersaing dengan orang-orang luar biasa ini, orang-orang dengan indeks prstasi yang menurut banyak orang mencerminkan kecerdasan seseorang #klise, tapi ya,, mmang nyatanya mereka lebih segalanya dibidang akademik di banding aq.

hari sabtu,

semua pada nyiapin berkas yang harus dikumpul, aq__sibuk dngan praktikum tambahan =_=”

hari minggu,

semua pada latihan wawancara, aq___merayakan paskah bersama keluarga =)

hari senin,

seleksi wawancara, dipilih 3 Mapres, dan aq menjadi salah satu dari nama-nama itu =), suasana hati q sudah cukup senang dan bangga, sudah berhasil ada di antara orang-orang hebat dan target q sudah terpnuhi, thx God..=), untuk yg berikutnya, aq pasrahkan saja, g ada niat buat jadi wakil MIPA.

hari selasa,

persentasi, keren. tapi menjawab pertanyaan g bisa, =p, yah… jika dibandingkan dengan ke 2 teman q yang ada di dalam ruangan selama 1 jam sdangkan aq hanya setengah jam, dan menurut cerita teman-teman yang luarbiasa mnjawab pertanyaan, sedang aq, umm… ampun dah,, pertanyaannya ribet.

keluar ruangan, hati q biasa saja, tidak berharap jadi juara, karena kerjaan q diluar sana sudah cukup menyita waktu q. tetapi pada akhirnya keluar pengumuman bahwa yg akan mewakili MIPA bisa jadi aq atau salah satu dari teman q. Kenapa bisa belum pasti? karena yang satu nilai organisasinya tinggi, yang satu IP nya yang tinggi. Juri memberikan kputusan sepenuhnya pada PD kemahasiswaan.

Ok, aq mulai gugup, ini bukan target q, aq cuma mau merasakan bersaing dengan orang-orang dengan IP bagus yang dipercaya dan didukung sepenuhnya oleh dosen. aq cuma mau membuktikan diri, kalau aq layak bersaing dengan mereka, tersrah orang mau bilang apa. Malamnya aq mulai gelisah, bagaimana kalau aq mnang dan harus mewakili MIPA, padahal pekerjaan q masih banyak, PKMK q yang belum kelar, rencana aq dan sahabat2 q di skripsi qmi, UAS yang sebentar lagi, kerjaan  organisasi, laporan praktikum, umm… kemudian aq coba yakinkan diriq, bahwa slama ini yang menang adalah orang-orang dngan IP diatas 3,5., ok, artinya aq hanya punya peluang kecil. fiuh…

jumat 1 minggu kemudian,

dosen q memanggil dan meminta q mempersiapkan diri mwakili MIPA, *aq terkejut, saking terkejutnya, aq masih belum bisa mencerna baik2 perkataan dosen q tercinta tentang apa yang harus q lakukan. Sesegera mungkin aq mencari sahabat2 q, dan aq menangis, itu tangisan takut, takut mengecewakan,takut g bisa, takut g layak dan takut mereka salah pilih. Aq coba tenang kan hati, tapi tidak bisa, bahkan keluarga q sendiri tidak yakin dengan diriq, mereka menganggap hal-hal seperti ini akan menggangu jalannya perkuliahan q dan nilai q tentunya. tangis q smakin hebat ketika harus berada dalam kamar sendiri dan aq tak tau harus cerita kepada siapa, aq perlu seseorang yang mngerti kalau posisi q sekarang sulit, bukan hanya tentang tanggung jawab terhadap kampus, tapi juga keluarga yang tak pernah suka aq ikut-ikutan hal-hal sperti ini, belum lagi kerjaan q yang lain, hwa…aaa=(

Mereka bilang aq tidak bersyukur, mereka bilang aq seharusnya tidak bersikap seperti ini. Ah.. aq semakin merasa diri q tak layak, seharusnya aq memang tidak perlu bercerita didepan mereka. Karena itu q putuskan sendiri dalam kamar, mendengarkan lagu dan membaca buku motivasi, hanya diri q sendiri yang bisa q andalakan sekarang untuk bertahan, karena semakin aq bercerita ke mereka, semakin aq merasa aq tidak layak.

aq tidak setegar itu…

tangis q tak kunjung berhenti, q coba kirim sms ke dua orang berbeda, aq perlu smangat. 1 sms masuk, menenangkan, objektive, dan mmberi q pencerahan.  Hati qlebih tenang dan dia mngajarkan q untuk mengerti Tuhan tak pernah salah memilih. =) trimakasih.

sayang sekali, orang yg paling q harapkan mengerti keadaan q saat itu, tidak menanggapi q hari itu. Kecewa? aq tidak layak.. jadi aq coba mengerti kalau kita tidak bisa mengharapkan seseorang ada di setiap saat kita memerlukan, karena  aq juga tidak sesempurna itu =)

—-

Meskipun ini bukan mimpi q, tapi ini adalah anugrah dari Mu yang memberi q kehidupan,

sama seperti semua hal yang terjadi dalam hidup q adalah kehendakMu,

God, tetap lah ada di samping q, ajari q lalui smua ini. =)

Terimakash untuk semua pelajaran yang Kau beri,

Wenny Theresia Sinaga

Note: God, ingetin aq buat nyelesaikan KTI dan bikin produknya, terus ingtin temen-temenku, kalau aq perlu bantuan mreka, bisikin ke hati  mereka yang paling dalam, kalau Wenny hanya punya mereka sekarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s