n it’s yellow..


aq memandang ke persimpangan jalan, seorang bocah pria kecil menangis kencang setelah terjatuh dari sepeda mungilnya. pemandangan seperti ini memngingatkan ku akan kejadian masa lalu, membawa q dalam lamunan tentang kejadian 15 tahun lalu.

langit sore hari itu agak lebih kuning dari biasanya. Kata ayah, kalau sedang begini, nggak boleh ada diluar rumah. Tetapi rasa penasaran akan sepeda baru yang tadi pagi di bawakan ayah sebagai hadiah ulang tahun q yang ke 5 seolah memanggilku untuk segera dicoba dan hwalaa.. aq sudah siap dengan sepeda baru q didepan rumah,  berencana untuk memamerkan sepeda ini pada Budi, Amat, Roman, dan gadis-gadis cilik yang biasanya q lihat bermain disekitar pos kamling reyot dekat pohon kasturi yang tepat bersebelahan dengan rumah ketua RT qmi.

sepeda baru q agak lebih tinggi dari yang dulu, warnanya merah menyala dengan garis putih yang membuatnya tampak keren. Agak payah aq mengayuh, ah.. tapi aq harus sampai ke pos itu, mereka harus melihat sepeda baru q.

langit sore terasa lebih indah hari ini meski kuning mendominasi, hmm.. ayah,, maaf anakmu tidak menurut.

Entah darimana berasal, ada batang pohon menghalangi jalan ku dan aq baru menyadarinya, D*mn.. terlambat menghindar. aq terjerembab, jatuh dan kakiku berdarah.  1 hal yang ada dalam pikiran q hanya sepeda.. sepeda baru q, dan ia tergeletak di pinggir jalan, lecet tapi masih terlihat utuh.. Fiuh.. lega.

Ku gerakan kaki ku, mencoba berdiri, tapi sulit, terlalu sakit, errrrr…. tak tahan lagi, aq yang saat itu masih bocah menangis sejadi-jadinya, hingga wajah q terbasahi oleh air mata q sendiri.  tanpa q sadari, didepanku sudah berdiri seorang pria berbaju kuning polos dengan kerah, ia meraih tangan q dan membantu berdiri, mengusap air mata q dan mengelus lembut poni tipis yang sudah jadi ciri khas q. Aq berhenti menangis, ada rasa nyaman dan aman.

Pria berbaju kuning berkerah itu, menggendong di punggungnya, ia meminta melingkarkan tangan kecil q di dekat lehernya dengan erat, juga kaki kecil q dipinggangnya. Dengan sigap, ia megambil sepeda q dan sambil berjalan kami menyusuri jalan setapak menuju rumah q.

langit sore ini memang lebih kuning dari biasanya, dan terasa lebih indah.

Nyaman, saat itu hanya rasa itu yang bisa q terjemahkan, pria ini punya punggung ternyaman untuk di jadikan sandaran. Sesaat aq berpikir tentang siapa pria ini,  ia terlihat seusia dengan kakak laki-laki q, tapi belum pernah aq melihatnya di daerah rumah q, hmm.. jangan-jangan dia berniat menculik ku,, karena setau ku, ayah bilang, aq tak boleh percaya dengan orang asing. Tapi… dia tak cukup jelek untuk jadi penculik anak-anak seperti di serial TV “anak ajaib” yang sering aq tonton tiap sore, tapi tidak sore ini. Wajah kakak satu ini bersih, rambutnya cepak, matanya lebar dan senyumnya mirip senyum ibu q, lembut. Aq sibuk dengan kegiatan memandangi punggungnya, hingga tak sadar sudah ada didepan rumah kecil q. “hah… dia tau rumah aq??. Dengan lembut ia menurunkan q dari punggungnya yang nyaman, kembali mengusap poni tipis ku, dan beranjak pergi melewati pagar coklat rumahq yang tidak terlalu tinggi.

sebelum keluar pagar, ia melambaikan tangan dan berkata: sampai jumpa Mercy..

aq tertegun… bingung…. pria berbaju kuning berkerah itu tau nama q.

Lama aq berdiri di depan pintu rumah, kemudian ayah yang baru saja melihat q dengan pakaian kotor dan luka di kedua lutut q, megusap poni tipis q, menggandeng tangan q, membawaq masuk ke  dalam rumah dan membersihkan luka q.

Dengan nada sedikit mengejek, ayah bertanya: Gimana, langit sore hari ini?

aq hanya tersenyum malu, dan menghadiahkan ayah satu pelukan sambil berkata: Maaf ayah.

Dengan lembut ayah hanya mengusap punggung q dan menghadiahkan q 1 kecupan kecil di dahi q yang cukup lebar.=)

hmm… aq berbisik dalam hati, maaf ayah, karena tidak menurut dan umm… ayah, bolehkan aq bersepeda di senja kuning berikutnya? =p

theresia project, “mercy, before blindness” n it’s yellow.

Look at the stars,
Look how they shine for you,
And everything you do,
Yeah, they were all yellow.
I came along,
I wrote a song for you,
And all the things you do,
And it was called yellow.
So then I took my turn,
Oh what a thing to have done,
And it was all yellow.
Your skin
Oh yeah, your skin and bones,
Turn into something beautiful,
You know, you know I love you so,
You know I love you so.
I swam across,
I jumped across for you,
Oh what a thing to do.
Cos you were all yellow,
I drew a line,
I drew a line for you,
Oh what a thing to do,
And it was all yellow.
Your skin,
Oh yeah your skin and bones,
Turn into something beautiful,
And you know for you,
I’d bleed myself dry for you,
I’d bleed myself dry.
It’s true, look how they shine for you,
Look how they shine for you,
Look how they shine for,
Look how they shine for you,
Look how they shine for you,
Look how they shine.
Look at the stars,
Look how they shine for you

Coldplay “yellow”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s