harta, tahta dan Cinta

Hanya ada tiga gelas di atas meja, bertuliskan harta, tahta, dan cinta. Mereka meminta ku memilih.

aku bergerak mencium aroma tiap gelas, hemm…, begitu mendekat ke gelas pertama aromanya begitu menggoda, ada kesenangan, kemewahan dan kenyamanan yang ku cium dari tiap tarikan nafas ku di dekatnya. Otak ku berputar, segera ku raih gelas pertama. Tapi… semakin dekat mulut ku ke tepi gelas, semakin terasa menusuk. Bau tajam yang Luar biasa, hampir muntah aku karenanya.

Ini bau keserakahan.

Kembali aku letakan gelas tadi dan beralih ke gelas selanjutnya. Keindahan luar biasa, dari tiap ukirannya. Belum lagi, hidung ku merasakan bau  kekuasaan yang semerbak, tanpa pikir panjang, tangan ku meraih gelas berbentuk piala yang terlihat elegan dan mewah ini. Tapi, baru saja ku sentuh gelas tadi, permukaan telapak tangan ku merasakan panas yang luar biasa.

ini panasnya kecurangan.

Tinggal satu gelas lagi, Entah mengapa aku menolak untuk mendekat. Jera aku. Aku membalikan badan, mengambil posisi untuk pergi.  aku berjalan menuju pintu keluar, tidak ada satupun yang menahan ku, ada apa ini, seharusnya mereka menahan ku.  Aku kembali mengarahkan pandangan ku ke gelas terakhir, terlihat sederhana. Aku mendekat, mengearahkan hidung ku tuk menrasakan aromanya. Semakin lama, aku merasakan aroma segar, membuatku penasaran. Dengan perahan, aku mengangkat gelas tadi, mendekatkan bagian tepinya ke mulutku,manis dan  sedikit hangat. Penuh keraguan, akhirnya ku biarkan lidah ku mencicipinya.

aku terdiam..

Mataku terpejam, aku dapat merasakan

kehangatan…

Kelembutan…

ketulusan…

kasih sayang…

dan,

Cinta…

ku Buka mata, dan mereka hilang, dimana mereka? orang-orang yang meminta ku memilih tiga gelas tadi. Bulu kuduk ku berdiri. Aku coba hilangkan semua perasaan aneh itu. Tarikan Napas panjang ku pilih untuk kembali tenang, kemudian ku alihkan perhatian pada sekeliling ku. Disana ada keluarga, Sahabat, dan orang-orang yang selalu ada untukku.

Aku berlari kearah mereka, melemparkan senyum terbaik dan memeluk mereka erat.

terimakasih Cinta.

Theresia’project

The Red Jumpsuit Apparatus – Your Guardian Angel … remain me of u

When I see your smile
Tears roll down my face I can’t replace
And now that I’m strong I have figured out
How this world turns cold and it breaks through my soul
And I know I’ll find deep inside me I can be the one

I will never let you fall (let you fall)
I’ll stand up with you forever
I’ll be there for you through it all (through it all)
Even if saving you sends me to heaven

It’s okay. It’s okay. It’s okay.
Seasons are changing
And waves are crashing
And stars are falling all for us
Days grow longer and nights grow shorter
I can show you I’ll be the one

I will never let you fall (let you fall)
I’ll stand up with you forever
I’ll be there for you through it all (through it all)
Even if saving you sends me to heaven

Cuz you’re my, you’re my, my, my true love, my whole heart
Please don’t throw that away
Cuz I’m here for you
Please don’t walk away and
Please tell me you’ll stay woah, stay woah

Use me as you will
Pull my strings just for a thrill
And I know I’ll be okay
Though my skies are turning gray

I will never let you fall
I’ll stand up with you forever
I’ll be there for you through it all
Even if saving you sends me to heaven

done it… =)

Finish each day and be done with it. You have done what you could. Some blunders and absurdities no doubt creep in. Forget them as soon as you can. Tomorrow is a new day. You shall is a new day. You shall it well and serenely. (Ralph aldo emerson)

Selesaikan setiap hari dan lakukan itu. Anda telah melakukan apa yang dapat anda lakukan. Beberapa kesalahan yang menertawakan dan tidak beralasan, tanpa ragu rayapilah. Lakukan secepat anda dapat melupakan. Esok adalah suatu hari baru. Anda harus memulainya dengan baik dan tenang.

ayooo semangat wenny theresia sinaga =)

sekilas “Cupid dan Psikhei”

Di suatu kerajaan, ada seorang perempuan yang sangat cantik bernama Psikhe. Saking cantiknya, orang-orang bahkan mengabaikan Afrodit, dewi kecantikan, dan mulai memuja Psikhe.

Meskipun Psikhe tidak menghendaki semua perhatian ini, tetap saja Afrodit marah karena kecantikannya tersaingi. Afrodit lalu memanggil putranya, Cupid (Eros), dewa cinta. Afrodit menyuruh Cupid supaya tak ada yang mau menikahi Psikhe dan Psikhe harus jatuh cinta pada pria yang jelek.

Tetapi Cupid secara tak sengaja malah jatuh cinta pada Psikhe. Cupid pun menyusun rencana untuk mendapatkan Psikhe.

Ayah Psikhe, menjadi sangat khawatir, karena Psikhe sangat dipuja tapi tak ada yang mau menikahinya. Ayhah Psikhe lalu bertanya pada orakel di Miletus. Sang orakel menyuruhnya meninggalkan Psikhe di gunung, dan para mosnter akan mengambil Psikhe sebagai istri.

Ayah dan kedua saudari Psikhe merasa sedih tetapi melakukan nasehat orakel. Di bukit berbatu, Psikhe sendirian menunggu monster yang akan menjadi suaminya. Tetapi bukan monster yang datang, melainkan Zefiros, dewa angin barat. Zefiros menerbangkan Psikhe dan membawanya ke rumah suami barunya.

Psikhe sangat terkejut ketika tahu bahwa rumah barunya adalah sebuah istana yang besar dan indah. Di dalamnya dia dilayani oleh para pelayan yang tak terlihat. Makanan di sana jauh lebih enak daripada semua makanan yang pernah dia rasakan sebelumnya.

Setiap malam, Cupid datang dan melakukan sex dengannya. Tetapi Psikhe tak pernah bisa melihat wajah Cupid karena dia selalu datang dalam kegelapan. Awalnya Psikhe takut namun Cupid meyakinkannya bahwa dia mencintainya dan bahwa itu adalah rumah mereka bersama tetapi Psikhe dilarang untuk melihat wajahnya. Setelah semalaman berhubungan seksual, pada pagi harinya Cupid akan langsung menghilang sehingga Psikhe tak pernah tahu bahwa suaminya adalah Cupid.

Lama-kelamaan Psikhe merindukan keluarganya, awalnya Cupid menolak tetapi akhirnya mengizinkan saudari-saudari Psikhe datang ke istana mereka. Ketika tahu keadaan Psikhe, saudari-saudarinya jadi iri. Mereka lalu berusaha membuat Psikhe dan suaminya berpisah, dengan harapan sang suami tak dikenal nantinya akan menikahi mereka.

Mereka memanas-manasi Psikhe. Menurut mereka, Psikhe harus tahu identitas suaminya, karena bisa saja suaminya adalah monster, seorang monster tentu tidak ingin wajahnya dilihat. Mereka juga menyuruh Psikhe membunuh suaminya itu jika memang monster.

Psikhe jadi ragu dan menuruti kata-kata saudari-saudarinya. Ketika suaminya suatu malam datang, Psikhe sudah menyembunyikan lampu dan pisau. Psikhe perlahan-lahan mendekatkan lampu pada suaminya dan memegang erat pisaunya. Namun Psikhe sangat terkejut setelah meliah wajah suaminya, bukan monster yang mengerikan melainkan pemuda yang sangat tampan, Cupid sang dewa cinta.

Cupid marah melihat perbuatan Psikhe dan pergi meninggalkannya. Psikhe hanya bisa menangis dalam kesendiriannya.

Setelah mendengar bahwa suami Psikhe adalah dewa dan kini telah meninggalkan Psikhe, saudari-saudari Psikhe pun pergi ke bukit berbatu dan berharap akan dibawa ke istana sang dewa. Zefiros memang datang membawa mereka tetapi bukan ke istana melainkan ke jurang, dia lalu menjatuhkan mereka di sana sampai mati.

Psikhe menyalahkan dirinya sendiri karena tidak mempercayai suaminya. Dia kini kehilangan Cupid karena rasa ingin tahu dan ketidaktaatannya. Dia berdoa pada Hera dan Demeter namun mereka tak menjawab. Psikhe akhirnya mendatangi Afrodit, ibu Cupid. Psikhe berpikir, dengan mengabdi pada ibu Cupid mungkin Cupid akan kembali padanya

Yang tidak disadari oleh Psikhe adalah bahwa Afrodit membencinya. Sang dewi belum lupa bagaimana orang-orang lebih memilih Psikhe daripada Afrodit sendiri. Afrodit pun berniat menghukum Psikhe.