New day, new city, new life. let’s smile..


Kita berencana, Tuhan memutuskan

Masa depan memang tidak bisa dipastikan. Dua bulan lalu aku berada di kota ini, kota yang biasa orang sebut sebagai kota kembang, aku memegang buku panduan untuk tes psikotest mahasiswa baru di salah satu universitas negeri di Bandung (jangan minta aku menuliskan namanya). Dengan segala rencana-Nya, aku tidak mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan profesi apoteker ku di universitas ini, kecewa memuncak. Segala kesedihan sudah aku tumpahkan dalam rangkaian bentuk makian, aksi cemberut, sampai tangisan. Minggu-minggu pertama yang menyebalkan itu tidak bisa terlupakan.

“Gagal itu keberhasilan yang tertunda”. Untungnya motto sederhana ini tidak asing ditelinga ku. Dengan semua kepercayadiriian ku yang tersisa, aku mencoba bangkit lagi. Masih di kota kembang ini, memegang rangkuman kuliah selama 4 tahun, mencoba bangkit, mengalahkan semua rasa takut akan tantangan di universitas negeri lain di bandung. Institute Teknologi Bandung, impian besar yang sempat dikaburkan oleh rasa takut akan ujian akhirnya yang kata orang paling sulit seantero perguruan tinggi yang mengadakan program profesi apoteker. Aku yang baru saja mengalami kegagalan, kemudian membulatkan tekad dan selama sebulan benar-benar mempersiapkan diri menghadapi ujian masuk. “kita berencana, Tuhan memutuskan. Pengumumuan di bulan agustus itu menjadi hadiah sekaligus tanggung jawab besar dalam perjalanan hidup ku selanjutnya, ya… aku di terima. Universitas yang dari dulu menjadi impianku pun berhasil aku masuki.

Gagal itu ujian lain untuk mental si pemenang…

Aku mengalami kekalahan besar dalam hidupku, bukan karena gagal di kesempatan pertama di universitas lain itu. kekalahan terbesar ku adalah karena pada saat itu, aku tidak bisa menerima semuanya dengan ikhlas, tidak bisa memberikan selamat tuk sahabat-sahabatku yang berhasil, tidak bisa ikut bahagia, karena mental pecundang. Aku masih belum bisa berkata Iya dan Amin kepada kegagalan ku saat itu.

Hingga aku di tempatkan dalam posisi yang sama, saat aku harus melihat sahabat-sahabatku tidak berhasil, ditengah keberhasilanku. Saat itu aku bisa merasakan saat kita sedang bahagia tetapi dunia sedang menangis, maka kita tidak bisa tersenyum. Ujian lain untuk mengerti perasaan orang lain pun  diberikan.

Sahabat ku menunjukan senyum yang luar biasa tulus, ketika dia tau aku berhasil, sedangkan dia harus menunda keberhasilannya kembali di kesempatan kedua, sahabat kecil yang berhati besar, Akupun belajar, pemenang sejati bukan lah yang berhasil di medan perang, tetapi mereka yang mampu menerima dengan ikhlas akan kegagalannya dan menghadiahkan senyum tulus kepada dia yang beruntung dapat berhasil. Akupun belajar banyak dari kegagalan dan keberhasilan.

Pribadi berubah, tergantung lingkungan dan buku yang dia baca…

Hari pertama pengarahan perkuliahan, hampir saja aku menangis. Bukan karena tertekan, tetapi karen bis bertemu dan berkumpul dengan orang-orang luar biasa yang akan menjadi dosen-dosen ku setahun kedepan dan teman-teman baru yang penuh semangat serta motivasi menjadi lebih baik. Dosen-dosen baru ku hanya memberikan sedikit kalimat, tetapi bagiku itu motivasi yang luar biasa untuk seseorang yang bukan siapa-siapa dan berasal dari universitas yang akreditasinya jauh berbeda. Semangat pun muncul.

Yang paling berat adalah mempertahankan…

Sejak tulisan ini di publish, hal yang paling ingin kulakukan adalah menjaga semangat ini. Impian menjadi good and responsible pharmacy practitioner harus mulai di wujudkan.

 

3 Oktober 2010, Kota kembang.

2 thoughts on “New day, new city, new life. let’s smile..

    • aduhh, malu aku jadinya, ternyata ada yg baca.
      sering-sering baca blog aku lah, soalnya aku lebih mudah cerita lewat tulisan daripad lewat kata-kata.
      kalau lewat kata-kata, lidah ku sering jadi pedang tajam soalnya. hahahhhaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s